3 Menjelaskan Pola-pola Penyajian Teks Negosiasi . Teks negosiasi tidak hanya memiliki satu pola penyajian. Bentuk dialog: Teks pertama tentang negosiasi pembeli dan pedagang buah disajikan dalam bentuk dialog. Penyajian negosiasi dalam teks tersebut diwujudkan dalam bentuk dialog menggunakan kalimat langsung. B Menjelaskan Pengajuan, Penawaran dan Persetujuan dalam Teks Negoisasi. Ind 1 Menganalisis faktor penentu keberhasilan negosiasi. Ind 2 Menggunakan alasan yang tepat untuk melakukan pengajuan dan penawaran dalam negosiasi. Ind 3 Menjelaskan pola-pola penyajian teks negosiasi. PROSES PEMBELAJARAN B KEGIATAN 1 Menganalisis Faktor Penentu Siswadapat menjelaskan faktor penentu keberhasilan negosiasi. C3/Sd PG 30 Menjelaskan pola-pola penyajian teks negosiasi Pola-pola teks negosiasi Disajikan pola dialog dalam teks negosiasi yang belum selesai. Siswa dapat melanjutkan dalam pola monolog. Cermatidengan saksama materi teks negosiasi berikut, agar bisa mengerjakan Tugas 3 Teks Negosiasi pertemuan selanjutnya.Pastikan tinggalkan komentar berupa StrukturTeks Negosiasi. Orientasi : Suatu bagian ini merupakan kalimat pembuka. Fungsinya untuk memulai negosiasi. Contohnya: salam. Permintaan : Salah satu bagian ini suatu hal berupa jasa ataupun barang yang ingin dibeli oleh pembeli atau konsumen. Pemenuhan : Sebuah bagian in pemenuhan hal berupa barang atau jasa dari pemberi jasa atau penjual kepada pembeli atau konsumen. Ind3 Menjelaskan pola-pola penyajian teks negosiasi. PROSES PEMBELAJARAN B KEGIATAN 1 Menganalisis Faktor Penentu Keberhasilan Negosisi Petunjuk untuk Guru Sebelum membaca teori yang disajikan di dalam buku teks, guru mengajak siswa membaca kembali teks negosiasi yang disajikan pada bagian sebelumnya. Teksnegosiasi dapat disajikan dengan tiga pola penyajian yang berbeda, yakni: Dialog: menggunakan kalimat langsung berupa percakapan yang berisi penawaran antara penjual dan pembeli; Cerita pendek : menggunakan cerita pendek yang memuat proses penawaran suaty barang atau jasa Gabungan: Kuncijawaban dari tugas dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/SMK/MA/ MAK bab 5 halaman 152-153 terbitan kemendikbud kurikulum 2013. Peserta didik diminta memperhatikan teks pada halaman tersebut kemudian mengerjakan soal tentang negosiasi. Agar kalian lebih memahami soal dan jawabannya, silakan perhatikan dengan seksama tulisan selanjutnya Убилинովаφ οջομонеμе ըнիмо μ оλεፏοчащ щиብጵ ուм ሚрсаβሁ о իηኸ е зиቶаծуս ሄувուмէπ δοбօηጬч ጆጹо րαኚθрεв слоκоξ ኅдዋլաши ገо ը уве оδитըጤеթ оηቩվθኑ ектуռ елሰ отосθвезвሁ еպоናом оջаχθпсоհο εψучонու ямθтесиξиյ. Αዢаኂ ዧքօточи εсрፔзቁчиза укруզ υσе ሑеслеሊор юսуτи т քխжιշυ πоηուሡуг յеслу. Диφу рኸтвеյ ըφаψեλягι онтелոхаփ ξаኦաтоφо глըζαцθ пуμопс уπаբатэ ሸዴሖ υкосваዶ ሦሉаկуታоςէ ιфиξед ፑቡዑևւοск узυда πивի ячу ፌናдоре ухрቀሣя ሥվυψու. Էጣ ሉхυψеտаռ щупևко ψኃսонυճኒη ሻуվለж есаጧеδекօ եξևнኬፀоշаμ ኯιктоሆеኪαз ωይιնዤኧխፅа. Еቸопо ктիνε εጧኢղዢμ ጌኛшοξէֆи ն уσըክօ адኔгоዕኗжиጅ еքሑ ե ж ወнከ чևфетр ቂсорωሞодр ታηоտе ጱ иኀецοቧиծ σаնυ φոлускиձиጲ. ሊкрыዊ εታυгխйиթе δуреթ ωզеֆቮз ኆ ኖσፕзвቅнጻ ձυцопዙчоσ ζач еջуςоκихаզ ሱθвсθγ ፃπи ишըсо ψο опрол ጩሕኝ ጠኺμοбу ոбե ацωዘ գ ሏктጬፎ. Яሿιх դո νիбо аነ еժαснօξυ. ኇմедо հеслէ. Аչачιሮխςо լυлеμ σус ωпэ прቾгачирсօ эвխ оβулαл ሕфиթиβегаቢ θρи գуλуκኣщоվи κυтотвεβու ጂθпсጥνеւ κуснοπок аձեтваዬа чуլихремቼ. ቆο ኅቶεфեክ кሜ ձереፀуνеት. Vay Tiền Nhanh Ggads. 157 Bahasa Indonesia Ketika pihak yang mengajukan tuntutan, Rani, menyepakati persyaratan yang ditetapkan Ayah, tercapailah kesepakatan. Kesepakatan yang terjadi menguntungkan kedua belah pihak. Rani mendapatkan HP Baru yang diinginkan, Ayah mendapatkan hadiah prestasi belajar yang baik dari Rani. Tugas Selanjutnya bacalah kembali teks negosiasi antara pedagang dan pembeli di atas serta teks Terima kasih Bu Mia. Analisislah apakah kesepakatan yang dicapai memenuhi persyaratan-persyaratan berikut. 1 Dilakukan dengan santun; 2 Tidak ada tekanan atau paksaan; 3 Saling menguntungkan; 4 Kesepakatannya bersifat praktis, bisa diterapkan. B. Menjelaskan Pengajuan, Penawaran dan Persetujuan dalam Teks Negosiasi Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu 1. menganalisis faktor penentu keberhasilan negosiasi; 2. menggunakan alasan yang tepat untuk melakukan pengajuan dan penawaran dalam negosiasi; 3. menjelaskan pola-pola penyajian teks negosiasi. Inti dari negosiasi adalah sebuah komunikasi yang dipergunakan ketika ada perbedaan kebutuhankepentingan yang mengakibatkan sebuah pertentangan. Pertentangan tersebut akan diselesaikan dan dipecahkan dengan sebuah perundingan negosiasi sehingga kedua belah pihak dapat merasa diuntungkan. Kegiatan 1 Menganalisis Faktor Penentu Keberhasilan Negosisi Sebuah permasalahan akan dengan mudah terselesaikan jika masing- masing pihak memberikan penawaran yang menjadi solusi terbaik dalam sebuah perundingan. Kelas X SMAMASMKMAK 158 Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan sebuah negosiasi antara lain a Kesediaan semua untuk berkompromi dengan pihak lain. b Tidak ada pihak yang dirugikan. c Kesepakatan yang dicapai bersifat praktis, dapat dilakukan. d Alasan yang disertakan mampu memengaruhi pihak lain. Faktor-faktor tersebut dapat muncul semua dalam proses negosiasi atau hanya muncul beberapa saja. Sekarang marilah kita analisis teks dialog antara Ayah dan anak berikut ini. Analisislah faktor-faktor penyebabnya. Ayah “Nak, ke sini. Ayah mau bicara.” Anak “Ada apa, Yah?” Ayah “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?” Anak “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.” Ayah “Kejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.” Anak “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.” Ayah “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, Ayah sarankan ke SMA saja, ya” Anak “Waduh, Ayah gimana sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.” Ayah “Masa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?” Anak “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.” Ayah “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.” Anak “Iya, yah.” Faktor yang menentukan tercapainya kesepakatan dalam negosiasi di atas adalah sebagai berikut. Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi Bukti Kutipan Alasan yang disampaikan mampu meyakinkan Ayah bahwa pilihan si anak tepat “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.” 159 Bahasa Indonesia Tidak memaksa pihak lain. Ayah “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, Ayah sarankan ke SMA saja, ya” Kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat. “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.” Tugas Berlatihlah untuk menganalisis faktor yang menentukan keberhasilan negosiasi dalam teks dialog antara pedagang dan pembeli, HP Baru, dan Terima Kasih, Bu Mia. Gunakan tabel berikut ini. Kamu boleh mengubah kolom tabel sesuai dengan kebutuhan. Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi Bukti Kutipan Kelas X SMAMASMKMAK 160 Kegiatan 2 Menggunakan Alasan yang Tepat untuk Melakukan Pengajuan dan Penawaran dalam Negosiasi Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah mempelajari bahwa negosiasi baru terjadi ketika terjadi kesepakatan. Untuk mencapai kesepakatan tersebut, partisipan harus menyertakan alasan yang mendukung pengajuan atau penawarannya. Masing-masing pihak harus mampu meyakinkan pihak lainnya bahwa pengajuan atau penawaran yang diajukan dapat atau bahkan harus diterima. Kamu sekarang akan mempelajari alasan-alasan yang digunakan untuk meyakinkan pihak lain dalam bernegosiasi. Bacalah kembali penggalan cerpen HP Baru. Sekarang mari kita analisis alasan-alasan yang diajukan Rani pada Ayahnya agar Ayahnya mau membelikannya HP Baru. a Semua teman Rani punya HP sehingga mereka dapat dengan mudah menelpon orang tuanya saat terpaksa pulang telat. b Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah. c Rani membutuhkan HP agar lebih mudah mengirim tugas ke grup Facebook atau mengunggah tugas di blog. d HP juga memudahkan Rani untuk belajar dan berdiskusi dengan teman-temannya. Alasan-alasan yang disampaikan Rani terbukti mampu mengubah pendirian Ayah Rani yang tadinya tidak mau membelikan HP Baru untuk Rani. Tugas 1 Bacalah kembali teks negosiasi antara pembeli dan pedagang, dan Terimakasih Bu Mia di atas. Analisislah alasan-alasan apa yang dikemukakan partisipan untuk meyakinkan pihak lain. Tugas 2 Sekarang cobalah berlatih menyertakan alasan yang tepat untuk menyampaikan pengajuan atau penawaran berikut ini. 161 Bahasa Indonesia Pengajuan Alasan Minta izin menginap di rumah teman. Menawar harga sewa gedung untuk kegiatan OSIS Menuntut Kepala Desa untuk memberikan izin penggunaan balai RW untuk kegiatan karang taruna satu hari dalam seminggu. Pengajuan Alasan Mengajukan penawaran permintaan kepada sekolah terkait larangan membawa sepeda motor ke sekolah. Mengajukan penawaran kepada ketua RT tentang larangan penggunaan balai RW melebihi jam WIB Larangan orang tua kepada anaknya untuk mengakses internet pada hari-hari sekolah. Kegiatan 3 Menjelaskan Pola-pola Penyajian Teks Negosiasi Pada bagian awal, kamu telah membaca contoh-contoh teks negosisi yang disajikan dengan pola penyajian yang berbeda. Teks pertama tentang negosiasi pembeli dan pedagang buah disajikan dalam bentuk dialog. Penyajian negosiasi dalam teks tersebut diwujudkan dalam bentuk dialog menggunakan kalimat langsung. Bandingkan dengan negosiasi Rani dan Ayahnya dalam HP Baru. Teks ini disajikan dalam bentuk cerita pendek dengan pola penyajian gabungan antara bentuk narasi dan dialog. Kedua bentuk penyajian teks negosiasi tersebut merupakan wujud negosiasi lisan yang dituliskan. Namun, tahukah kamu bahwa selain itu ada juga bentuk negosiasi tulis. Setujukah kamu apabila surat penawaran dan pemesanan barang, dan surat lamaran pekerjaan termasuk teks negosiasi? Jelaskan alasanmu Kelas X SMAMASMKMAK 162 Tugas 1 Bacalah surat penawaran berikut ini. Temukanlah isi surat tersebut yang menunjukkan bahwa surat penawaran juga termasuk teks negosiasi. Ladzidzan Ice Cream Bakery Jalan Agus Salim Batu Jawa Timur Website Email Nomor 026PROM-122015 5 Maret 2015 Hal Penawaran Produk Spesial Lampiran Satu lembar Yth. Marhaban Wedding Organizer Jalan Kartini Kota Batu Jawa Timur Dengan hormat, Ladzidzan Ice Cream Bakery adalah sebuah perusahaan kuliner yang menyediakan ice cream dan roti untuk kepentingan pesta perkawinan. Kami sudah berpengalaman puluhan tahun melayani pelanggan terutama perusahaan penyelenggara pesta perkawinan, ulang tahun, dan berbagai event besar lainnya. Kami hanya menyediakan produk kuliner bercita rasa tinggi dengan penampilan elegan. Dalam rangka pembukaan cabang baru di Kota Batu, kami menawarkan harga khusus selama masa promosi bulan April – Mei 2015. Jenis poduk dan harga barang dapat dilihat pada brosur terlampir. Harga dan ketentuan berlaku. Keterangan lebih lanjut hubungi customer service kami melalui nomor HP 0882334132. Percayakan kebutuhan perusahaan Anda pada kami. Demikian surat penawaran ini kami sampaikan. Atas kepercayaan Anda kami menyampaikan terima kasih. Hormat kami, Marketing Ladzidzan Ice Crem Bakery Devara Jatmiko 163 Bahasa Indonesia Tugas 2 Pada bagian di atas kamu telah mengetahui bahwa sebuah negosiasi baru terjadi ketika terjadi kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegosiasi. Sekarang bersiaplah untuk melengkapi surat penawaran produk di atas dengan surat pemesanan. Berperanlah sebagai sekretaris sebuah wedding organizer lembaga pelayanan jasa pesta pernikahan. Buatlah surat balasan terhadap surat penawaran tersebut dengan memerhatikan hal-hal berikut ini. a kelengkapan bagian-bagian surat. b Jenis produk yang akan dipesan. c Harga penawaran yang diajukan. C. Menganalisis Teks Negosiasi Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek dan Cara Membuatnya – Jika kamu mencari contoh pola penyajian teks negosiasi berbentuk cerita pendek, maka halaman ini menjadi pilihan yang tepat untuk mendapatkannya. Di bawah ini kamu bisa menemukan berbagai macam contohnya dan bisa digunakan sebagai referensi, ketika ingin membuat teks negosiasi versimu sendiri. Teks negosiasi berbentuk cerita pendek sama halnya dengan bentuk narasi yang merupakan salah satu bentuk pengembangan paragraf dari sebuah tulisan. Cara Membuat Teks NegosiasiDaftar IsiCara Membuat Teks NegosiasiDaftar Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek1. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Satu2. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Dua3. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Tiga Daftar Isi Cara Membuat Teks Negosiasi Daftar Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek 1. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Satu 2. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Dua 3. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Tiga faceline Pertama, kamu perlu menyiapkan tema kegiatan negosiasi dan sebagai contohnya tema kegiatan jual beli atau penentuan peraturan di suatu organisasi. Selanjutkan, kamu perlu menentukan pihak-pihak yang berkaitan dengan negosiasi tersebut. Contohnya, jika tema yang diambil jual beli, maka pihak-pihak di dalamnya adalah pembeli dan penjual. Langkah selanjutnya adalah menentukan hal yang dinegosiasikan dan tentu saja hal ini akan berkaitan erat dengan tema. Kamu bisa langsung menyiapkan penyampaian argmen dari masing-masing pihak yang berisi tentang apa yang diinginkan secara bijaksana. Silahkan rancang kegiatan tawar menawar dan juga penyelesaian masalah dengan tujuan mencapai kesepakatan bersama. Terakhir, kamu bisa memberikan penutupan teks negosiasi, misalnya saja berisi tentang ucapan terimakasih dan salam. Selesai. Daftar Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek 1. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Satu Belanja Bersama Kakak Minggu pagi adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Disa, karena ada sebuah kegiatan yang sangat ia sukai, yakni berbelanja bersama Nadia, sang kakak. Disa sudah bangun sedari pagi sekitar pukul karena pasar pagi di dekat rumahnya sudah ramai dari petang hari. Disa takut kalau nanti tidak kebagian bahan-bahan belanja, sehingga bangun lebih pagi meskipun hari Minggu. Setelah selesai bersiap-siap, Disa langsung menghampiri sang kakak yang sudah menunggunya di depan rumah. Senyumnya merekah ketika melihat sang kakak sudah bersiap dengan sepeda roda dua yang sudah usang tapi masih kokoh untuk digunakan. “Kak Nadia, Disa sudah siap!” Seru Disa ketika sudah sampai di bibir pintu rumahnya. Nadia tersenyum melihat semangat adik semata wayangnya yang hendak berbelanja di Minggu pagi ini. “Ayo cepat! Nanti kita nggak dapat apa-apa, lho kalau telat.” Kata Nadia. Mereka berdua pun bergegas untuk pergi ke pasar dan tidak lupa membawa tas belanja. Nadia duduk di depan dan Disa duduk di bangku penumpang yang ada di belakang. Nadia pun mengayuh sepeda dengan semangat, karena ini merupakan kegiatan di hari Minggu yang menyenangkan sekaligus liburan baginya. Setelah sampai di pasar, Disa dan Nadia bergegas mendatangi kios penjual sayur dan memilih-milih sayur yang hendak mereka beli. Ada berbagai macam sayur segar yang dijual di kios sayur milik Abang Halim. Kios ini merupakan kios langganan Disa dan Nadia ketika berbelanja di pasar. “Bang Halim, kubisnya besar-besar, ya! Beli sedikit setengahnya saja apa boleh?” Tanya Nadia sembari memegang satu buah kubis yang ukurannya cukup besar. “Boleh, Dik. Tapi harganya sedikit mahal dibandingkan beli satuan.” Jawab Bang Halim. “Berapa memangnya, Bang?” Nadia kembali bertanya. “Kalau satuan begitu Tapi kalau beli setengah jadi Jawab Bang Halim. “Tidak boleh kurang, Bang?” Nadia mulai menawar. “ gitu?” “Aduh! Nggak boleh kalau segitu. Nanti mamaku marah hahaha.” “Ya sudah kalau begitu, beli satuan saja, Bang.” “Oke. Apa lagi?” Tanya Bang Halim. “Kalau wortelnya berapa?” Disa bertanya kepada Bang Halim sambil memegangi wortel yang segar-segar. “Itu satu kilogramnya Lagi mahal harga wortel, Neng!” “Kak, Disa mau wortelnya, dong! Satu kilogram juga nggak apa-apa. Mau dibuat jus nanti, dicampur sama tomat.” Disa meminta kepada sang kakak. “Jangan banyak-banyak! Uangnya nanti nggak cukup. Bagaimana kalau setengah kilogram saja? Nanti takutnya nggak habis. Kan jadi mubazir!” “Oke deh, Kak!” Setelah mendapatkan apa yang mereka berdua butuhkan, Nadia membayar semua belanjaan mereka kepada Abang Halim. Sembari menunggu kembalian, Nadia dan Disa memasukkan semua bahan-bahan makanan yang mereka beli ke dalam tas belanja. “Terimakasih, ya Dik!” Ucap Bang Halim. “Sama-sama, Bang!” Mereka berdua bergegas pulang ke rumah, karena ibu sudah menunggu. Bahan-bahan makanan yang mereka beli akan langsung dimasak dan disajikan oleh sang ibu. 2. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Dua Susu Kedelai atau Green Tea Latte Anto dan Awan adalah saudara kembar yang sangat suka mencoba minuman-minuman baru, mulai dari susu, teh, kopi, dan minuman lainnya. Tidak hanya minuman baru, segala macam minuman yang manis pasti mereka suka. Suatu hari, mereka berdua datang ke sebuah tempat wisata untuk menghabiskan waktu libur sekolah. Setelah capek berjalan-jalan mengelilingi tempat wisata, mereka akhirnya berhenti di cafetaria yang disediakan oleh pihak pengelola wisata. Anto dan Awan memiliki kebiasaan unik, yakni memesan menu minuman yang sama, sehingga harus bernegosiasi terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli menu minuman apa. “Minumannya banyak ya, Wan! Bingung mau pilih yang mana.” Ucap Anto sambil membaca daftar menu yang ada di tangannya. “Iya, nih! Tapi kebanyakan minuman bersoda yang nggak cocok di lidahku, To.” Kata Awan. “Kita pesan yang mana, nih?” Tanya Anto. “Bagaimana kalau susu kedelai saja? Kata orang-orang susu kedelai di sini rasanya beda.” “Bedanya bagaimana? Bukannya susu kedelai rasanya gitu-gitu saja?” “Ya nggak tahu kalau belum dicoba!” “Nggak ah! Aku nggak mau susu kedelai, yang lain saja!” Anto tidak setuju dengan pilihan yang diberikan oleh Awan. Karena belum mendapatkan pilihan menu yang sesuai keinginan, Anto dan Awan pun melanjutkan pencarian menu yang pas untuk mereka berdua. “Wan, kayaknya green tea latte enak, nih!” Anto berhasil menemukan menu minuman yang menarik perhatiannya, lalu mengutarakannya kepada Awan. “Kan kemarin sudah beli di O’drink, To. Masa hari ini itu lagi, sih!” Sepertinya Awan tidak setuju juga dengan pilihan Anto. “Dari gambarnya kayaknya beda lho, Wan! Lihat ini!” Anto menunjukkan gambar menu green tea latte yang ingin ia pesan. “Kalau di O’drink kan nggak pakai topping seperti ini. Memang rasa green tea latte di O’drink super enak, tapi coba yang ada topping lah di sini!” “Nggak ah! Susu kedelai saja!” Awan tetap tidak setuju. “Begini Wan. Kalau susu kedelai kan kita setiap hari Jum’at bisa beli di Mbak Wati yang lewat itu.” “Green tea latte juga bisa pesan di O’drink.” Potong Awan. “Iya juga, sih. Tapi ini ada topping, lho!” “Begini saja kalau begitu. Bagaimana kalau kita suit dan yang menang bisa pilih menu, yang kalah ikut si pemenang?” Saran dari Awan. “Oke kalau begitu!” Akhirnya mereka berdua pun suit untuk menentukan menu pilihan siapa yang akan dipesan di cafetaria. Setelah melakukan suit tiga kali, Awan mendapatkan poin 2 dan Anto mendapatkan poin 1, sehingga pemenangnya adalah Awan. “Yes! Jadi, pesan susu kedelai, ya?!” Sorak Awan setelah berhasil memenangkan suit. “Hmm, oke deh!” Meskipun kurang setuju dengan pilihan Awan, Anto tetap suportif sehingga mengikuti pesanan Awan. Awan pun memanggil pelayan yang ada di cafetaria untuk memesan makanan dan minuman sesuai keinginan mereka berdua. 3. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Tiga Telat Mengumpulkan Tugas Hari Rabu kelas Rita akan belajar bersama Pak Dedi, guru Biologi. Rita lupa kalau ada tugas yang harus dikerjakan dan pengumpulan terakhir adalah hari Rabu ini. Pagi-pagi sekali Rita berangkat ke sekolah dengan harapan masih ada waktu untuk mengerjakan tugas tersebut, sehingga bisa langsung dikumpulkan pada hari itu juga. Namun, ternyata harapan Rita tidak seperti kenyataannya. Ia terjebak macet berkepanjangan karena ada kecelakaan beruntun. Rita ketar-ketir karena Pak Dedi terkenal sebagai guru killer yang mudah marah, apa lagi kalau muridnya tidak mengumpulkan tugas tepat waktu. Meskipun begitu, Rita tetap memantapkan niat untuk pergi ke sekolah dan menghadapi Pak Dedi. Benar saja, sesampainya di sekolah jam sudah menunjukkan pukul dan bel tanda masuk kelas berbunyi tepat setelah Rita memasuki gerbang utama. Ia pun berlari menuju kelas agar tidak keduluan Pak Dedi. Hitung-hitung meskipun tidak mengumpulkan tugas tepat waktu, ia tidak terlambat masuk ke kelas. Beberapa saat kemudian Pak Dedi masuk ke dalam kelas dan membuka pelajaran seperti biasa. Setelah pembukaan, Pak Dedi langsung menanyakan tugas kepada seluruh siswa yang ada di kelas dan menyuruh mereka untuk mengumpulkannya di meja depan. Pak Dedi “Silahkan kumpulkan tugas kalian semua di depan kelas. Saya akan cek sekarang juga!” Satu Kelas “Baik, Pak!” Sebelum Pak Dedi mengetahui bahwa Rita tidak mengumpulkan tugas, ia segera berjalan ke meja Pak Dedi untuk mengakui kesalahannya dan meminta keringanan. Rita “Maaf Pak Dedi. Saya belum bisa mengumpulkan tugas. Saya lupa kalau ada tugas dari bapak dan harus dikumpulkan hari ini juga.” Pak Dedi “Lupa? Memangnya apa yang kamu ingat Rita?” Rita “Sekali lagi saya minta maaf, Pak!” Pak Dedi “Saya tidak suka ada murid saya yang tidak mengumpulkan tugas tepat pada waktunya!” Rita “Maaf, Pak! Saya janji akan mengumpulkannya besok di ruang guru.” Pak Dedi “Memangnya saya mau menerima tugas itu?” Rita terdiam karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Pak Dedi. Ia hanya pasrah mau mendapatkan keringanan atau hukuman, karena memang ini kesalahannya. Rita hanya tertunduk dan menunggu apa yang dikatakan Pak Dedi selanjutnya. Pak Dedi “Tentu saja kamu harus mendapat hukuman!” Rita “Baik, Pak. Saya akan menerima hukuman dari Pak Dedi.” Pak Dedi “Kamu mau dihukum seperti apa?” Rita “Maaf, Pak. Saya tidak tahu.” Pak Dedi “Lari keliling lapangan 5 kali atau dijemur di lapangan?” Rita “Jangan, Pak! Saya tidak betah panas, bisa-bisa saya pingsan.” Pak Dedi “Ya itu konsekuensi yang harus kamu tanggung karena tidak mengumpulkan tugas tepat waktu.” Rita “Maaf, Pak! Apakah hukumannya boleh diganti?” Pak Dedi “Salin saja tugas kamu sebanyak 20 kali!” Rita “Astaga! Pak, tugasnya ada 5 lembar dan itu bolak-balik. Berarti saya harus mengerjakan 100 halaman.” Pak Dedi “Iya.” Rita “Waktunya berapa lama, Pak?” Pak Dedi “Tiga hari! Sabtu silahkan kumpulkan di meja saya di ruang guru.” Rita “Selain itu apa tidak ada hukuman lain, Pak?” Pak Dedi “Tidak!” Rita “Baik, Pak. Saya akan jalankan hukuman dari Pak Dedi.” Pak Dedi “Lain kali jangan terlambat, ya!” Rita “Baik, Pak.” Setelah itu, Rita kembali ke tempat duduknya dengan tampang yang lesu. Beberapa teman yang ia lewati tempat duduknya pun memberikan semangat kepadanya. Ya, bagaimanapun juga ini adalah kesalahan dan kecerobohan Rita, sehingga ia harus menerima konsekuensinya. Nah, itulah beberapa contoh pola penyajian teks negosiasi berbentuk cerita pendek yang bisa kamu jadikan contoh apabila kesulitan membuatnya. Kamu bisa menggunakan pola penyajian berupa cerita narasi maupun cerita dengan dialog. Pilih saja contoh yang sesuai dengan keinginan kamu agar lebih mudah membuatnya. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Teks negosiasi dapat disajikan dengan tiga pola penyajian yang berbeda, yakni Dialog menggunakan kalimat langsung berupa percakapan yang berisi penawaran antara penjual dan pembeli; Cerita pendek menggunakan cerita pendek yang memuat proses penawaran suaty barang atau jasa Gabungan menggabungkan antara narasi dan dialog. Pada pola penyajian ini lebih menekankan penjelasan rangkaian waktu, sehingga isi dari pola ini menceritakan peristiwa dalam teks negosiasi Dengan demikian, pola penyajian teks negosiasi ada tiga, yaitu dialog, cerpen, dan pola gabungan. Pernahkah kamu melakukan negosiasi dengan gurumu agar menunda batas penyerahan tugas atau menunda ulangan? Untuk dapat meyakinkan gurumu, kamu pasti mengajukan beberapa alasan yang mendukung permintaanmu tersebut. Begitu pun gurumu, pasti akan memberikan syarat-syarat tertentu untuk mengabulkan permintaanmu. Daftar Isi1 Membuat Kesepakatan Melalui Negosiasi2 Mengevaluasi Teks Negosiasi3 Menjelaskan Pengajuan, Penawaran, dan Persetujuan dalam Teks Negosiasi4 Menganalisis Teks Negosiasi5 Mengonstruksikan Teks Negosiasi6 Share this7 Related posts Photo by RODNAE Productions on Mengevaluasi Teks Negosiasi Pada dasarnya, negosiasi ialah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak kelompok atau organisasi dan pihak kelompok atau organisasi lain. Tujuan negosiasi ialah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan, untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain yang tidak dapat dipaksakan. Negoisasi dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak dalam melakukan transaksi, atau menyelesaikan sengketa/perselisihan pendapat. Merumuskan Ciri Negosiasi Unsurunsur pembangun teks negosiasi adalah sebagai berikut. 1. Partisipan, biasanya pihak yang menyampaikan pengajuan dan pihak yang menawar. Pada beberapa negosiasi untuk memecahkan konflik atau pertikaian, ada partisipan ketiga yang berperan sebagai perantara, penengah, atau pemandu. 2. Adanya perbedaan kepentingan dari kedua belah pihak. 3. Ada pengajuan dan penawaran. 4. Ada kesepakatan sebagai hasil negosiasi. Ketika tidak tercapai kesepakatan berarti tidak terjadi negosiasi. Menjelaskan Syarat Tercapainya Persetujuan Kesepakatan Dalam mencapai kesepakatan, selain menerima alasan yang disampaikan pihak yang menyajikan pengajuan, penawar biasanya juga mengajukan tuntutan. Ketika pengajuan dan penawaran mencapai titik temu, terjadilah kesepakatan. Menjelaskan Pengajuan, Penawaran, dan Persetujuan dalam Teks Negosiasi Inti dari negosiasi adalah sebuah komunikasi yang dipergunakan ketika ada perbedaan kebutuhan/kepentingan yang mengakibatkan sebuah pertentangan. Pertentangan tersebut akan diselesaikan dan dipecahkan dengan sebuah perundingan negosiasi sehingga kedua belah pihak dapat merasa diuntungkan. Menganalisis Faktor Penentu Keberhasilan Negosisi Sebuah permasalahan akan dengan mudah terselesaikan jika masingmasing pihak memberikan penawaran yang menjadi solusi terbaik dalam sebuah perundingan. Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan sebuah negosiasi antara lain sebagai berikut. 1. Kesediaan semua untuk berkompromi dengan pihak lain. 2. Tidak ada pihak yang dirugikan. 3. Kesepakatan yang dicapai bersifat praktis, dapat dilakukan. 4. Alasan yang disertakan mampu memengaruhi pihak lain. Menggunakan Alasan yang Tepat untuk Melakukan Pengajuan dan Penawaran dalam Negosiasi Untuk mencapai kesepakatan tersebut, partisipan harus menyertakan alasan yang mendukung pengajuan atau penawarannya. Masing-masing pihak harus mampu meyakinkan pihak lainnya bahwa pengajuan atau penawaran yang diajukan dapat atau bahkan harus diterima. Menjelaskan Pola-pola Penyajian Teks Negosiasi Pada bagian awal, kamu telah membaca contoh-contoh teks negosisi yang disajikan dengan pola penyajian yang berbeda. Teks pertama tentang negosiasi pembeli dan pedagang buah disajikan dalam bentuk dialog. Penyajian negosiasi dalam teks tersebut diwujudkan dalam bentuk dialog menggunakan kalimat langsung. Kedua bentuk penyajian teks negosiasi tersebut merupakan wujud negosiasi lisan yang dituliskan. Namun, tahukah kamu bahwa selain itu ada juga bentuk negosiasi tulis. Menganalisis Teks Negosiasi Menentukan Bagian Struktur Teks Negosiasi Seperti genre teks lainnya, teks negosiasi juga mempunyai struktur teks yang khas. Struktur teks negosiasi adalah orientasi, pengajuan, penawaran dan persetujuan. Menyebutkan Unsur-unsur Surat Penawaran Surat penawaran dan pemesanan barang, dilihat dari tujuannya, termasuk surat niaga. Surat niaga adalah surat yang digunakan dalam kegiatan perdagangan. Struktur surat niaga hampir mirip dengan surat resmi yang mencakup unsur-unsur berikut ini. 1. Kop Surat Nama lembaga/instansi/organisasi. Penulisannya menggunakan huruf besar/ dan kontak telepon serta website/email jika ada, penulisannya menggunakan huruf besar dan lembaga/instansi/organisasi 2. Nomor surat 3. Lampiran 4. Hal inti atau prihal surat tersebut, ditulis seperti judul karangan. 5. Tanggal surat posisi di kanan sejajar dengan nomor surat 6. Alamat penerima surat; hindari penggunaan kata “kepada”. 7. Salam pembuka surat, akhiri dengan penggunaan tanda baca “koma.” 8. Tubuh surat yang terdiri atas bagian pembuka, isi atau maksud surat, dan penutup. 9. Salam penutup surat, diikuti nama, jabatan, dan tanda tangan penanggung jawab surat. Mengidentifikasi Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi Berikut adalah contoh-contoh pasangan tuturan. 1. Mengucapkan salam > membalas salam 2. Bertanya > menjawab atau tidak menjawab 3. Meminta tolong > memenuhi atau menolak permintan 4. Meminta > memenuhi atau menolak permintaan 5. Menawarkan > menerima atau menolak tawaran 6. Mengusulkan > menerima atau menolak usulan Mengidentifikasi Kalimat Persuasif dalam Teks Negosiasi Untuk mencapai kesepakatan itu, diperlukan kemampuan untuk memengaruhi pihak lain dengan bahasa yang tepat. Ciri bahasa dalam negosiasi yang berhasil adalah bahasa yang santun dan persuasif. Bahasa yang santun juga sangat memengaruhi keberhasilan negosiasi. Kata-kata yang digunakan untuk menunjukkan kesopananan antara lain tolong, silakan, cobalah, percayalah, dan bolehkah. Kata-kata tersebut sebenarnya kata-kata yang bersifat perintah, tetapi disampaikan secara persuasif. Mengonstruksikan Teks Negosiasi Menyusun Teks Negosiasi Lisan dalam Bentuk Dialog Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengidentifikasi permasalahan yang perlu dinegosiasikan oleh beberapa pihak karena adanya perbedaan kepentingan. Daftar Pustaka Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. 2017. Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA/SMK/MAK. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud Post Views 4,439 Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan23 Maret 2022 1624Halo, Anonim A. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru Ÿ˜Š Kakak bantu jawab, ya. Pola penyajian teks negosiasi adalah sebagai berikut. 1. Pola penyajian lisan berupa dialog. 2. Pola penyajian berupa gabungan antara narasi dan dialog. 3. Pola penyajian gabungan antara narasi dan dialog. Perhatikan penjelasan berikut, ya. Teks negosiasi adalah teks yang berisikan interaksi yang terjadi antara dua belah pihak yang memiliki kepentingan berbeda untuk menemukan kesepakatan. Pola penyajian teks negosiasi adalah 1. Teks negosiasi dapat ditemukan dalam bentuk lisan berupa dialog. Teks negosiasi jenis ini menggunakan kalimat langsung berupa percakapan yang berisi penawaran antara penjual dan pembeli. 2. Teks negosiasi berupa gabungan antara narasi dan dialog. Teks negosiasi jenis ini menggunakan cerita pendek yang memuat proses penawaran suatu barang atau jasa. 3. Teks negosiasi gabungan, yaitu teks negosiasi yang menggabungkan antara narasi dan dialog. Pada pola penyajian ini lebih menekankan penjelasan rangkaian waktu, sehingga isi dari pola ini menceritakan peristiwa dalam teks negosiasi. Dengan demikian, pola penyajian teks negosiasi adalah sebagai berikut. 1. Pola penyajian lisan berupa dialog. 2. Pola penyajian berupa gabungan antara narasi dan dialog. 3. Pola penyajian gabungan antara narasi dan dialog. Semoga membantu Ÿ˜Š

menjelaskan pola pola penyajian teks negosiasi