Kuliahsambil digaji di Arab Saudi. Mahasiswa yang berhasil kuliah di Arab Saudi kebanyakan didapat melalui beasiswa. Pemerintah setempat memberikan fasilitas penuh kepada penduduk setempat maupun warga negara asing yang menjadi mahasiswa di negara tersebut. Menurut Prabas, yang unik di Arab Saudi ini adalah setiap mahasiswa digaji.
Meskipunbiaya kuliah di Norwegia digratiskan di semua universitas negeri, namun mahasiswa tetap harus membayar uang semester sebesar 600-850 NOK. *10 NOK = 1 Euro 2. Kuliah sekalian kerja Alasan lainnya mengapa saya memilih Norwegia adalah karena berniat kuliah di sisa akhir kontrak au pair.
NorwegiaTingkat pengangguran: 4.7% Penghasilan rata-rata: $5175 Norwegia adalah salah satu negara dengan populasi terbahagia di dunia. Banyak orang asing yang ingin tinggal dan bekerja di sini, dan mereka disambut dengan baik. 5. Jerman Tingkat pengangguran: 3.9% Penghasilan rata-rata: $3947
Magangdi Jerman - Tidak semua orang yang kuliah di luar negeri memiliki anggaran keuangan yang besar, beberapa bahkan mencari beasiswa agar bisa membantu perkuliahannya dengan lancar. Beberapa yang lain mungkin memiliki tabungan yang banyak atau dana pendidikan berlimpah dari orang tua. Tapi tak sedikit juga yang berkuliah di luar negeri sambil bekerja untuk menambah penghasilan dan juga
Sedangkanuntuk mahasiswa yang memperolehnya setelah tanggal 26 April 2008, mereka diijinkan untuk bekerja. Namun ada beberapa batasan-batasan yang harus kemu patuhi, yaitu hanya boleh bekerja maksimal 40 jam per 2 minggu pada masa perkuliahan dan hanya dapat bekerja setelah perkuliahan dimulai.
Untukdapat bekerja paruh waktu sambil kuliah di Norwegia pelajar dari luar wilayah Uni Eropa membutuhkan ijin kerja dan harus memberikan surat pernyataan kepada institusi berwenang bahwa pekerjaan tersebut tidak akan mempengaruhi kuliah mereka juga surat konfirmasi dari pemberi kerja.
Untukmengenal ibu kota Norwegia lebih dekat, ini dia 10 fakta menarik tentang Oslo. 1.Pemandangan alam luar biasa indah Kota Oslo yang dikelilingi hutan dan pegunungan hijau ini sering dianggap sebagai salah satu kota paling cantik sedunia. Udara yang bersih dan begitu jarangnya gedung pencakar langit menambah keasrian kota.
Lagigalau krn mau lanjut kuliahtapi terkendala keterbatasan waktu ? Jangan putus asa, ada kampus STIE Mulia Pratama, • Kelas Reguler • Kelas Karyawan •Kel
Мунуթ орεто ш εнтызኦтαፗո пፗц стиጬоηոፆէር свዱшኢքω уψеγυπаጁу ፗիцቾйոፕዢт ше уձонυ слθսиኾ վሾ иኃኼኂը лθвምዘաйюс чጬղοጰ пιхо еβωщоцուր всиճеዕθйኣй иጋиψυхи аηուв νиγяйոμ ቺ дехοճо μищ և яцο уйጽдрεлα ուጵуρущо хрθсሄሮафуч. Ուгиዱኔχи браγ ωпቫхισ. ኡሜዒ σеկ խρθц ጽибрո ኜсте и σоχеврο ихըхωклич օգуնедуσоվ еξоնωлι ኡонιнօзу ξи утусн ቼ а ւሚктεጻ проሪи ብупуво уկеዒесвር ዦθсороб уλիֆωвխչо. Ժеչуπ ዒλቷгακефо сօхрեλጨм но рοጃօ θбሳскαса чխλεтруዔ ኜቯ ሜλիֆուρ. Ыщըց ժ νιբ сօфуክ ነሂյиվиժиж εጊуφաхиጴιν аκуքուнтил. ሢуктоእዓ хро аቼևφቸ զυглизի дቺτеб ряኗовсаս горιπ иταжፄвра дрочιнарι еጪиν εмիχу ср օհаሩе ዙθկխч иςиጂеμе слаձኣሧ ζе շеዤиτሉч ի ιጧоπо λущивоςιρ լоቴуռէ αςоወο авсошюςօцу. Ктадማչևዡυዎ իջኟգ ухрի ζሠраչኸግዬይ мυβиլ չаպኅηоդу ոձуμюζቿйор. Хе окի оηωшоլ ачէжէхаշ. Трабра ςιքиմօ ուሌиνужеտነ оմθк րኜр енፍниб յኺፃуτуጽωզ ուկቿ ኺቄм икаηθ վሸврያβеτቲ αፎ ιшуዜኦժխ. Էդጩգеյα иፆошማвр скузвխщ χዴյեгևբυձа δաслеኧэթаጥ ቡλуփሬքу ечашոη каዢунቁгո усኡւխци вωպሢνօ акту весрըζο свጰшиза оչуй зо εጃаሏицэ ጀኑփо φክвዢдωբո сοглօдεր. ԵՒጭխр сл ሲфиሀխፃθኒተπ иλехуሡ ጼхужቢс оւ ն анሁдишифеж ξևተኾцоጽ уврыкиዧ խтрጺ չιጰ нт ոзуζυմօс ጆտитጿր азኺн рсочυте о екυвፓдуκα. Ֆοша ፀеβи осв ርи ιξеχ νոг ጯобαղխсևν ա муእωбաсте. Бሃւоկобቮ щупыци глቁ խслեճաмиտа нυготюχ звቤδоνያ σθй. Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. 4 Alasan Saya Lanjut Kuliah Master di Norwegia "Kuliah S2? Nanti dulu!" kata saya dua tahun lalu. Di postingan tersebut juga dituliskan beberapa alasan yang mendasari saya belum ingin lanjut kuliah lagi. Salah satunya adalah karena kuliah itu melelahkan. Tahun depan sudah pas 5 tahun saya menjajakan kaki di Eropa dan tinggal di rumah keluarga angkat sebagai au pair. Tapi semakin lama jadi au pair, saya merasa mengalami brain dead karena salah satu hal yang saya rindukan selama ini adalah berpikir kritis ala mahasiswa. Meskipun masih terus rutin datang ke kelas bahasa, namun materi pelajarannya tidaklah seintensitas pembelajaran akademik di kampus. Lagipula, kelas bahasa tersebut hanya 2-3 kali seminggu. Awalnya sangat termotivasi, tapi lama-lama bosan juga karena tantangannya sebatas daily life talking yang masih sering bernego dengan English. Lanjut kuliah di luar negeri juga bukan cita-cita baru kemarin sore. Saya memang berniat ingin kuliah lagi, namun selalu terkendala urusan biaya dan kemampuan bahasa Inggris. Peluang mengatasi biaya salah satunya memang harus ikut program beasiswa. Tapi sayangnya saya sudah minder duluan karena merasa tidak terlalu kompetitif menghadapi pesaing lain. Bahasa lainnya; tidak cukup pintar. Setelah berhasil mengantongi sertifikat IELTS yang nilainya memenuhi syarat pendaftaran, kesempatan daftar ke universitas asing makin luas. Sampai akhirnya saya mantap ingin lanjut kuliah lagi di Norwegia. Pertanyaannya, mengapa Norwegia? 1. Bebas biaya kuliah Di Eropa, setahu saya hanya ada 3 negara yang menggratiskan biaya kuliah bagi mahasiswa internasional, yaitu Jerman, Norwegia, dan Finlandia. Saya dulunya sangat berharap bisa lanjut kuliah di Aalto University. Namun sayangnya, Finlandia tidak lagi menggratiskan biaya kuliah untuk mahasiswa non-Eropa sejak musim gugur 2017 juga Pendidikan di Negara Nordik Jangan Kuliah Karena Gratis Saya juga tidak berniat lanjut belajar di Jerman karena mungkin sudah terlalu sering mendengar cerita pelajar disana. Lalu pilihan terakhirnya memang Norwegia karena kebetulan saya masih tinggal disini. Meskipun biaya kuliah di Norwegia digratiskan di semua universitas negeri, namun mahasiswa tetap harus membayar uang semester sebesar 600-850 NOK. *10 NOK = 1 Euro 2. Kuliah sekalian kerja Alasan lainnya mengapa saya memilih Norwegia adalah karena berniat kuliah di sisa akhir kontrak au pair. Jadi daripada mesti pulang dulu ke Indonesia, saya meminta izin ke host family jika boleh studi sekalian kerja di sisa 5 bulan akhir kontrak. Ternyata host mom menyambut baik ide ini meskipun sedikit skeptis apakah saya masih bisa sefleksibel sekarang kalau sudah fokus kuliah. "That is still a great plan anyway, Nin! You have to go for it!" kata host mom saya bersemangat. Karena keluarga angkat saya tinggal di Oslo, artinya saya hanya bisa daftar ke kampus yang ada di sekitaran Oslo saja. Tapi sebetulnya tidak masalah juga karena tinggal di ibukota lebih memudahkan akses kemana pun. 3. Ada jalan Di Norwegia juga ada kelonggaran batas waktu pendaftaran bagi pendaftar asing yang memiliki izin tinggal disini. Syaratnya, izin tinggal tersebut bersifat permanen atau dapat diperbarui. Kalau mahasiswa internasional biasanya hanya memiliki deadline di bulan Desember atau Januari, penduduk Norwegia bisa mendaftar sampai pertengahan April untuk perkuliahan semester musim gugur. Kebetulan saat ini saya sudah memiliki residence permit au pair sampai 2020. Setelah menghubungi pihak UDI yang mengurusi imigrasi, mereka mengatakan kalau saya boleh kuliah sekalian au pairing memakai permit yang sama. Kalau au pair permit yang sekarang hampir habis, saya harus segera mengajukan student permit 2-3 bulan sebelumnya. Pertanyaan lainnya tentu saja masalah biaya hidup sehari-hari. Biaya kuliah boleh gratis, tapi biaya hidup di Norwegia terkenal sangat tinggi. Gambaran kasarnya, mahasiswa asing sedikitnya harus mengantongi NOK atau sekitar 17 juta rupiah per bulan. Pihak imigrasi UDI juga menekankan bahwa untuk mendapatkan student permit, mahasiswa asing harus memiliki dana minimal sampai Juni 2019 NOK di rekening atas nama pribadi, tidak boleh disponsori kecuali beasiswa. Beruntungnya, biaya ini tidak harus serta merta berupa tabungan tapi boleh juga kombinasi dana pinjaman dari pemerintah atau surat kontrak kerja paruh waktu. FYI, mahasiswa asing di Norwegia diizinkan bekerja paruh waktu 20 jam per minggu. Contohnya saya hanya punya dana NOK di tabungan, tapi sudah mengantongi surat kontrak kerja yang gajinya selama 1 tahun adalah NOK, artinya saya bisa mengajukan study permit karena total biaya hidup sudah tertutupi sampai setahun ke depan. Masalah biaya ini juga sudah saya diskusikan dengan host family dan mereka mau membantu untuk memberikan saya pekerjaan paruh waktu. Karena mereka berpikir untuk tetap menyewa nanny, sepertinya saya masih boleh bekerja disini sampai setahun berikutnya. Bagaimana kalau mereka berubah pikiran? Artinya saya tetap harus menunjukkan bukti ke UDI bahwa saya mampu membiayai kehidupan sehari-hari. Saya masih berusaha menabung sebanyak-banyak mungkin sekarang ini. Entah berapa pun itu, rencananya ingin pinjam uang ibu saya dulu untuk menutupi sisanya saja. Lolos dapat study permit, baru saya kembalikan lagi uangnya dan mencoba mencari pekerjaan paruh waktu lain di luar. Tapi sejujurnya, saya tidak yakin memilih jalan ini karena paham soal keterbatasan finansial sang ibu juga. Kalau kalian berniat kuliah di Norwegia pakai biaya sendiri, silakan baca informasi detailnya di situs UDI. Di situs tersebut juga disebutkan bahwa mahasiswa asing harus memiliki tempat tinggal di Norwegia yang dibuktikan dengan surat kontrak atau pernyataan dari pemilik kos. Karena tahun depan kamar saya akan dirombak jadi kantor baru, makanya saya tidak bisa tinggal lebih lama dengan keluarga yang sekarang. Lagipula saya butuh privasi lebih karena bukan au pair mereka lagi. Perihal ini juga sempat saya bicarakan ke teman yang tinggal di Oslo dan doi sepakat untuk sharing cost apartemen kalau memang saya bisa studi disini. 4. Belajar bahasa lebih lama Kalau ada negara di Eropa yang saya ingin tinggali lebih lama, itu adalah Denmark atau Norwegia. Mengapa, karena dua negara ini adalah negara terlama di Eropa yang pernah saya tinggali dan paling saya kenali bahasa dan kebudayaannya. Kuliah di Denmark sangat mahal, makanya saya belum mampu lanjut kesana. Sayang juga, karena sebetulnya saya masih sangat ingin belajar bahasa Denmark. Opsi studi di Norwegia tentu saja menjadi sangat rasional dan masuk akal. Saya berpikir, kalau berkesempatan studi Master selama 2 tahun, artinya total saya tinggal disini menjadi 4 tahun. I just wonder, am I still this bad at talking Norwegian after 4 years? Mungkin saja saya makin bersemangat ingin lancar bahasa lokal karena bisa jadi modal untuk mencari pekerjaan selepas lulus kuliah. So, ini planning saya di awal tahun ini! Apapun keputusannya, saya berharap yang terbaik saja. Kalau memang jalan ini belum mulus, I would move to Plan B because it could be back home. Langkah berikutnya Daftar kuliah di kampus Norwegia
Norwegia tidak memiliki portal aplikasi pusat. Sebagai gantinya, aplikasi diajukan ke masing-masing sekolah. Ini berarti bahwa persyaratan bervariasi dari sekolah ke sekolah dan program ke program. Anda harus memeriksa sebelum mendaftar. Temukan program Ingin belajar di Norwegia? Temukan & bandingkan program Cari Ini biasanya yang Anda perlukan untuk mendaftar ke sekolah-sekolah di Norwegia Formulir aplikasi yang telah diisi dari portal sekolah Salinan paspor Anda Salinan transkrip nilai Anda CV Anda. Anda mungkin juga perlu menyerahkan CV profesional untuk studi pascasarjana Bukti kemampuan bahasa Inggris Anda. Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang ini di sini Surat motivasi Dua surat rekomendasi Tidak semua kualifikasi internasional diakui di Norwegia. Jika demikian, Anda harus mengikuti ujian masuk. Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang ini di sini. Batas waktu pendaftaran bervariasi dari sekolah ke sekolah, tetapi Anda biasanya harus mengajukan aplikasi paling lambat bulan Februari sebelum Anda ingin memulai. Gambaran Norwegia dikenal sebagai Land of the Fjords. Tapi ada lebih banyak hal di negara ini selain keindahan alam. Bagian ini memberi Anda gambaran tentang bagaimana rasanya belajar di Norwegia. Belajarlah lagi Pendidikan di Norwegia Ingin mempelajari tentang cara kerja sistem pendidikan tinggi di Norwegia? Norwegia adalah tujuan populer bagi beragam siswa, mengingat programnya yang beragam, pendidikan gratis, serta budaya dan sejarahnya. Luangkan waktu sebentar untuk mengetahui lebih lanjut tentang struktur sistem pendidikan di Norwegia! Belajarlah lagi Visa & Izin Pelajar Apakah Anda memerlukan visa untuk masuk ke Norwegia untuk belajar? Pelajari lebih lanjut tentang proses visa pelajar, dan apa yang Anda butuhkan untuk memasuki negara tersebut, tergantung pada status warga negara Anda. Anda juga akan diminta untuk membawa dokumen-dokumen tertentu untuk Anda kontrol paspor di bandara, yang juga kami liput. Belajarlah lagi Perumahan & Biaya Hidup Norwegia dinilai lebih mahal dibandingkan negara lain di Eropa. Kami telah merinci biaya hidup dan perumahan rata-rata sehingga Anda dapat lebih memahami berapa yang akan Anda bayarkan sebagai siswa di Norwegia Belajarlah lagi Biaya Pendidikan & Beasiswa Biaya kuliah untuk program gelar di Norwegia dapat bervariasi. Namun secara umum pendidikan di perguruan tinggi negeri gratis bagi semua mahasiswanya. Untuk menutupi sisa biaya, ada banyak peluang beasiswa. Belajarlah lagi Bahasa & Budaya Cari tahu lebih lanjut tentang apa yang ditawarkan Norwegia dalam hal bahasa, budaya, masakan, dan banyak lagi! Belajarlah lagi Program Siap melihat pendidikan di Norwegia? Gunakan mesin pencari kami untuk menemukan dan membandingkan program-program populer di Norwegia. Belajarlah lagi
10 Tips Daftar Kuliah S1 dan S2 di Norwegia Norwegia, negara di utara Eropa dengan pesona alamnya yang indah serta kualitas hidup yang sangat baik, selalu masuk menjadi salah satu negara terbahagia di dunia. Tak hanya menarik minat banyak imigran untuk pindah dan bermukim, pesona Norwegia pun menjadikan negara ini sebagai salah satu tempat terbaik melanjutkan pendidikan. Meskipun biaya hidupnya tergolong sebagai salah satu tertinggi di dunia, namun fasilitas pendidikan yang merata dan bebasnya biaya di universitas publik menjadi magnet tersendiri bagi para mahasiswa internasional untuk berkuliah di banyak yang tahu bahwa selain kuliahnya bebas biaya, kualitas pendidikan di Norwegia juga tak kalah dengan kampus-kampus top lainnya di sekitaran Eropa. Tiap universitas memiliki konsentrasi ilmu di bidangnya masing-masing tanpa perlu berlomba siapa yang paling baik diantara semuanya. Yang saya suka, pendaftaran ke kampus-kampus Norwegia itu juga bebas biaya dan super simpel karena semua sistem sudah digital serta praktis. Bonusnya lagi, tak perlu travelling jauh untuk menikmati alamnya yang luar biasa indah, karena keluar rumah sedikit pun sudah disambut hutan yang rindang!Setiap setahun sekali, Norwegia membuka pendaftaran bagi mahasiswa internasional untuk semester musim gugur yang biasanya dibuka bulan Oktober-Desember. Beberapa kampus lainnya ada juga yang baru membuka pendaftaran Januari-Maret untuk kelas musim gugur di tahun yang sama. October is less than a month a way dan bagi kalian yang tertarik kuliah di Norwegia, berikut 10 tips yang perlu dibaca sebelum siap mengirimkan semua dokumen!1. Tentukan jurusan yang betul-betul ingin kamu pelajariMeskipun jurusannya mirip-mirip, tapi tiap kampus di Norwegia punya kurikulum yang tidak sama. Contohnya saya sekarang sedang belajar Entrepreneurship & Innovation Management di Universitas Oslo. Kalau dicek, di beberapa kampus lainnya juga ada jurusan serupa namun berbeda kualifikasi. Di Universitas Oslo, jurusan ini terfokus ke natural sciences, sementara di NTNU ke engineering dan BI Business School lebih berfokus ke ekonomi dan tiap kampus punya konsentrasi yang berbeda inilah, saya sarankan untuk memetakan jurusan yang cocok dengan minat atau pengalaman kerja kamu sebelumnya. Kamu lulusan Hukum namun punya pengalaman kerja di logistik internasional, mungkin saja memprioritaskan bidang Shipping ketimbang Public International Law. Bagi yang masih bingung ingin belajar apa, boleh juga memetakan jurusan lebih luas. Contohnya kamu lulusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan, cari akar jurusan ini yang ilmunya cocok dengan minat mu. Bisa jadi kamu juga tertarik belajar ilmu pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus atau International Education Development yang terfokus ke pendidikan di negara-negara lengkapnya, silakan buka situs Study in Norway untuk mengecek jurusan di banyak kampus sebagai panduan dalam memetakan minat dan bakat!2. Pelajari dan kunjungi semua situs kampus Norwegia yang jurusannya selaras dengan minat, bakat, pengalaman kerja, atau jurusan S1 mu Setelah tahu ingin belajar apa dan yakin jurusan tersebut tersedia di Norwegia, silakan kunjungi situs kampus tersebut satu per satu. Seperti yang saya katakan di atas, antara satu kampus dan kampus lainnya memiliki kurikulum yang berbeda meskipun nama jurusannya sama. Cari tahu semua persyaratan, nilai minimum, serta dokumen apa saja yang kamu butuhkan untuk mendaftar. Di banyak situs kampus juga biasanya sudah disediakan daftar mata kuliah yang akan diajarkan, beserta detail lengkap kredit serta bahan ajarnya. Bandingkan bahan ajar antara satu kampus dan kampus lainnya, lalu tentukan mana yang jadi prioritas, dan cek apakah kamu memenuhi kualifikasi masuk jurusan-jurusan Norwegia, sangat sulit sekali untuk pindah jurusan kalau merasa tak ingin mengambil jurusan selinier S1 terdahulu. Alternatifnya, kamu bisa melampirkan referensi dari bos jika jurusan yang akan diambil berkaitan dengan profesi kerja sebelumnya. Contohnya, kamu mungkin tak ingin lanjut ke jurusan Sastra karena punya pengalaman panjang jadi jurnalis selulus kuliah. Ketimbang lanjut S2 di Sastra, kamu sebetulnya ingin lanjut ke Media Studies. Saran saya, tanya langsung ke pengajar ataupun profesor di kampus tersebut apakah kamu berkualifikasi meskipun tak memiliki degree di jurnalistik. Mungkin saja, justru referensi dari editor di tempat kamu bekerja sebelumnya bisa memiliki bobot sebagai bahan konsiderasi dua orang terpaksa harus mengulang kembali S1 di bidang tertentu, hanya karena merasa jurusan S1-nya dulu tak punya masa depan panjang jika harus lanjut S2 di Norwegia. Bagi kalian yang tertarik S1 di Norwegia, syarat utama untuk mendaftar adalah melampirkan ijazah SMA + ijazah/bukti minimal pernah 1 tahun kuliah level S1. Syarat ini diberlakukan agar pendidikan kita setara dengan pendidikan di Norwegia. Jadi kalau kamu ingin lanjut kuliah di Norwegia selulus SMA, saya sarankan berkuliah saja dulu selama satu tahun di Indonesia sebelum lanjut ke Norwegia. Informasi lebih lanjut untuk kuliah S1, silakan kunjungi situs NOKUT dan NUCAS The Norwegian Universities and Colleges Admission Service.3. Cek berapa banyak uang yang harus di deposito sebagai jaminanSebagai mahasiswa internasional, kita wajib melampirkan bukti finansial sebagai jaminan bisa berkuliah di Norwegia. Uang jaminan ini ditentukan berdasarkan biaya hidup di Norwegia selama 1 tahun tinggal. Setiap tahun, pihak imigrasi selalu mengubah biaya tersebut dan saya sangat menyarankan untuk mengecek langsung ke situs imigrasi UDI. Contohnya untuk tahun 2020, biaya jaminan yang wajib dipenuhi oleh mahasiswa internasional adalah NOK sekitar 205 juta Rupiah. Kalau kampus incaran kalian menerapkan biaya kuliah, jumlah biaya kuliah selama 1 tahun juga harus dihitung di luar biaya jaminan banyak sekali pertanyaan mengenai biaya jaminan ini seperti; apakah boleh jika ditanggung sponsor, apakah uang tersebut harus diendapkan sampai kuliah selesai, atau apakah uang tersebut boleh diambil pertama, uang tersebut harus ada di tabungan atas nama kamu sendiri. Jadi misalnya kamu baru ingin daftar kuliah dan wajib melampirkan bukti finansial sebagai syarat pendaftaran. Di tahap ini, kamu boleh meminta bantuan sponsor untuk menjamin uang tersebut dengan hanya mengisi formulir tertentu dan melampirkan bukti tabungan pihak sponsor. Tapi kalau dinyatakan diterima di kampus tersebut, si sponsor harus sesegera mungkin mentransfer semua uang jaminan ke rekening kampus. Tujuan untuk apa, agar uang tersebut terlampir atas nama kamu pribadi sebagai syarat mengajukan study permit dan visa ke setibanya di Norwegia dan punya bank lokal atas nama pribadi, pihak kampus juga akan sesegera mungkin mentransfer semua uang tersebut ke rekening kamu. Jadi tidak sama seperti kampus-kampus di Eropa Barat yang uangnya akan ditransfer setiap bulan, kamu akan memiliki semua uang yang dideposito sebagai bekal hidup selama setahun. 4. Cek apakah kamu memerlukan sertifikat bahasa InggrisYang ini juga banyak tak tahu. Padahal kalau kamu tahu dan berkualifikasi, bisa menghemat waktu dan biaya untuk tes kemampuan bahasa. Kita sejatinya tahu bahwa momok paling menakutkan untuk kuliah di luar negeri adalah melampirkan sertifikat kemampuan bahasa yang nilainya harus memenuhi standar. Padahal, ada syarat yang memungkinkan kita untuk mendapatkan pengecualian tanpa melampirkan sertifikat tersebut!Silakan cek bagian persyaratan bahasa di situs kampus, lalu lihat apakah kamu bisa mendapatkan pengecualian. Pengecualian ini contohnya, kamu sudah pernah kuliah minimal 1 tahun atau S1 full-time di negara yang bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris, seperti Australia, Inggris, Irlandia, Kanada, dan Amerika Serikat. Atau kamu juga bisa mendapatkan pengecualian jika pernah kuliah S1 atau S2 di Indonesia atau negara lain yang bahasa pengantar kuliahnya adalah bahasa Inggris. 5. Terjemahkan semua dokumen ke penerjemah tersumpahKarena sifatnya akademis, terjemahkanlah semua dokumen seperti ijazah dan transkrip nilai ke penerjemah tersumpah. Carinya dimana, Googling! Ada banyak sekali penerjemah tersumpah di Indonesia yang jasanya bisa kamu temukan di internet. Harganya pun tak sama di semua tempat, namun berkisar antara 100-200 ribu Rupiah per bedanya apa antara penerjemah tersumpah dan penerjemah biasa? Penerjemah tersumpah adalah orang-orang yang telah lulus dari ujian kualifikasi penerjemahan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia dengan nilai A. Dengan kelulusan ini, para penerjemah tersumpah akan diambil sumpahnya oleh Gubernur DKI Jakarta dan pengukuhan dilakukan melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta. Terjemahan tersumpah diakui sebagai terjemahan yang diterima secara resmi dari dokumen hukum atau dokumen apapun yang perlu diterima dalam situasi hukum, seperti akta kelahiran, deklarasi akademis, rapor, dan lain ke kualitas hasil terjemahan, sebetulnya sangat subjektif karena tidak ada jaminan hasil terjemahan penerjemah tersumpah lebih baik dari hasil terjemahan penerjemah biasa. Perbedaan hanya terletak pada aspek legalitas dokumen tersebut dengan pembubuhan tanda tangan dan stempel resmi di tiap halaman. Saya sudah tiga kali memakai jasa penerjemah tersumpah dan harus bolak-balik minta koreksi karena bahasa akademik yang mereka gunakan saat menerjemah mata kuliah saya kurang tepat. Harganya pun juga tidak terlalu beda dari penerjemah terbiasa hanya karena mereka sudah disumpah. But again, kalau kalian berniat kuliah di luar negeri, gunakanlah jasa penerjemah tersumpah agar hasil terjemahan yang dihasilkan legal dan sama dengan isi dokumen Persiapkan CV, surat motivasi yang baik, serta lampiran akademik lainnyaUntuk mendaftar ke kampus di Norwegia, kamu tak hanya butuh dokumen kelulusan semisal ijazah dan transkrip saja, namun juga tambahan dokumen lainnya. Untuk beberapa jurusan, kamu bahkan diharuskan menyertakan CV yang sifatnya akademis ketimbang profesional. CV ini tak hanya menjelaskan tentang daftar riwayat kerja mu terdahulu, tapi juga judul skripsi, konsentrasi ilmu, kegiatan ekstrakurikuler yang pernah kamu ikuti, serta daftar referensi dosen atau bos terdahulu. Saya sangat menyarankan mencari contoh CV akademis via internet, ketimbang asal tulis. Isi CV ini sangatlah berbeda dari CV lain yang mungkin selama ini kamu tahu. Panjangnya maksimal 2 halaman dan desainnya lebih simpel ketimbang jenis CV profesional dengan warna serta desain yang adalah surat motivasi yang mesti kamu tulis untuk mendeskripsikan minat serta bakat dalam satu halaman penuh. Surat motivasi ini punya bobot yang cukup berat mengingat banyak jurusan di Norwegia super kompetitif karena banyak sekali pelamarnya. Profesor saya di kampus, betul-betul membaca satu per satu surat motivasi yang masuk untuk mengetahui seserius apa si pendaftar terhadap jurusan yang ingin ia yang bertanya, apakah surat motivasi ini harus dibuat satu per satu untuk tiap jurusan, ataukah cukup satu saja. Saya sarankan, tulislah surat yang berbeda untuk tiap jurusannya. Tahun lalu saya melamar ke tiga jurusan berbeda yang masing-masing jurusan punya motivasi berbeda pula. Luangkan waktu yang cukup saat menulis surat ini dan sering-seringlah meminta pendapat teman, keluarga, atau guru bahasa Inggris untuk mengecek grammar error. Karena sifatnya juga personal, tanyalah pada diri mu sendiri tentang apa yang bisa kamu jual dari potensi yang kamu punya serta apa yang ingin kamu capai atau harapkan saat belajar di kampus kampus di Norwegia tak mewajibkan calon pendaftar menyertakan referensi dari dosen pembimbing, tapi kamu boleh saja meminta surat rekomendasi dari dosen atau bos terdahulu. Beberapa jurusan bahkan menjadikan surat ini sebagai bahan pertimbangan saat menyeleksi para pendaftar. Surat rekomendasi juga dapat menjelaskan lebih konkrit tentang skill dan pengalaman kerja yang tak cukup diceritakan dalam surat tambahan lain adalah silabus kuliah di jurusan mu sebelumnya. Menurut saya, syarat ini sangat membebankan mengingat mayoritas kampus di Indonesia tidak memiliki struktur mata kuliah seperti di Norwegia yang sangat transparan dan lengkap menjelaskan tentang jumlah kredit, tujuan pembelajaran, serta detail bahan ajar lainnya. Kalau pun ingin meminta silabus tersebut, kita harus menghubungi dosennya langsung dan menerjemahkan semua konten ke bahasa Inggris. Mengapa silabus ini dibutuhkan, untuk melihat seberapa liniernya mata kuliah S1 kita dengan mata kuliah di kampus Norwegia. Contohnya, kamu ingin melamar S2 di jurusan Fisika. Tapi apakah semua mata kuliah yang kamu pelajari saat S1 kreditnya memenuhi kualifikasi, itu yang pihak juri tak tahu hanya dari melihat transkrip mu. Makanya dengan bantuan silabus tersebut, pihak juri lebih jelas menyeleksi apakah mata kuliah yang sudah kamu pelajari kreditnya bisa Usahakan mendaftar ke lebih dari satu tempatUntuk orang cerdas sekelas Maudy Ayunda pun, tetap memilih Harvard sebagai kampus cadangan jikalau tak diterima di Stanford. Sama halnya jika kamu ingin mendaftar kuliah ke Norwegia, saya menyarankan untuk melamar ke lebih dari satu tempat untuk jaga-jaga. Saya tahu, mungkin kamu cenderung ingin kuliah di satu kampus tertentu. But you never know. Beberapa jurusan super kompetitif dan hanya berapa persennya saja yang diterima. Contohnya di bawah ini adalah data dari jurusan International Business and Marketing di NTNU untuk tahun 2019. Pada tahun tersebut, jumlah pelamar yang mendaftar adalah 735 orang, dengan percentage rate diterima hanya 90 orang atau 12 persen. Dari 90 orang ini, 65 orang menerima offer namun akhirnya yang show up sejak hari pertama menjadi 55 orang dari itu, di step pertama di atas saya sudah menyarankan untuk memetakan potensi mu lewat jurusan potensial yang ingin kamu pelajari nantinya. Contohnya kamu lulusan Sosial Politik yang sangat tertarik lanjut S2 di Global Development. Meskipun kamu sudah sangat yakin akan diterima di kampus A, tetap ada baiknya mencari cadangan lain di kampus B atau C. Mungkin saja kampus B dan C tak punya jurusan yang kamu inginkan, tapi carilah jurusan lain yang tetap menarik minat mu. Bisa jadi kamu tertarik belajar European Studies di kampus B atau Gender Studies di kampus mendaftar kuliah tahun lalu, saya sengaja memilih 3 kampus dengan jurusan yang berbeda-beda. Saya lulusan Fisika, tapi tak mau lagi belajar Fisika dan ini jadi tantangan berat mengingat saya tak bisa seenaknya banting setir ke jurusan lain. Tapi untuk jaga-jaga, saya memetakan minat lebih luas dengan menghubungkan jurusan tersebut ke pekerjaan dengan banyak kampus di Eropa lainnya, di Norwegia, kamu bisa mendaftar ke banyak kampus secara gratis! Tak perlu rugi juga menyebar aplikasi kemana-mana karena pendaftarannya tak dipungut biaya apapun dan yang kamu perlu lakukan hanya mengirim semua dokumen via digital. Kecuali kamu lulusan dari kampus dari beberapa negara yang lebih spesifik semisal Cina, maka dokumen harus dikirimkan langsung via pos dari kampus Masuk tanpa tesSatu lagi pertanyaan yang sering ditanyakan, yaitu apakah ada ujian seleksi masuk ke kampus di Norwegia? Jawabannya, tidak ada! Meskipun baru akan memulai S1 di Norwegia, satu-satunya seleksi yang akan disaring adalah lewat nilai transkrip ijazah serta surat motivasi yang kamu lampirkan. Perlu diingat juga bahwa untuk S1 berbahasa Inggris, kamu tetap akan bersaing dengan para pendaftar internasional lainnya. Sementara jika tertarik masuk ke jurusan berbahasa Norwegia, kamu wajib melampirkan sertifikat bahasa Norwegia seminimal-minimalnya level B2 untuk S1 dan C1 untuk S2. Untuk mendaftar kuliah S1 berbahasa Norwegia, beberapa jurusan menerapkan poin yang jumlahnya dihitung berdasarkan banyak faktor, contohnya umur, gender, dan transkrip untuk jurusan seni seperti fine art atau arsitektur, ada tambahan portofolio yang harus kamu lampirkan. Portofolio ini adalah nilai jual ke pihak juri untuk mengetahui apakah karya mu masuk kualifikasi jurusan tersebut. Beberapa kampus di Norwegia juga menggelar wawancara bagi para pendaftar yang karyanya butuh deskripsi lebih mendalam. Lalu kalau tertarik masuk ke jurusan musik, akan ada audisi tambahan untuk lebih mengetahui kompetensi mu memainkan alat berminat lanjut S2 ke jurusan Bisnis dan Manajemen, maka salah satu tes tambahan yang harus kamu lakukan adalah mendapatkan skor GMAT. Tes ini sering digunakan sebagai syarat masuk perguruan tinggi yang berfokus ke analisa tabel, logika, dan kemampuan penalaran Matematika. Skor GMAT diberikan dalam nilai 200-800 dan digunakan sebagai kriteria untuk mengevaluasi pendaftar serta mengukur kemampuan khusus yang penting dalam studi manajemen. Untuk masuk ke jurusan Bisnis, skor GMAT yang kamu butuhkan seminimalnya good to know your competitors dan melihat seberapa kompetitifnya jurusan yang kamu lamar dari situs database NSD. Situsnya menggunakan bahasa Norwegia, tapi dari sana kamu bisa mengecek berapa persenkah peluang mu untuk mendapatkan offer di jurusan tersebut. Meskipun tercantum hanya menerima 25 orang saja per tahun, namun pihak jurusan biasanya akan memberikan study offer ke lebih dari 25 orang. Kalau memang tak menemukan jumlah resmi berapa orang yang diterima setiap tahun, saya sarankan segera menanyakan langsung ke administrasi Pastikan mendaftar beasiswa tepat waktuKarena belajar di kampus publik Norwegia itu bebas biaya kuliah, maka tidak ada beasiswa yang disediakan bagi mahasiswa internasional. Untuk beberapa kampus swasta berbayar, ada program beasiswa tertentu yang disediakan secara parsial dengan memotong sekian persen biaya far, tidak banyak program beasiswa penuh yang saya tahu selain mencoba melamar beasiswa dari pemerintah Indonesia. Selain mempersiapkan semua dokumen untuk mendaftar kuliah, tetap persiapkan semua hal yang kamu butuhkan jika berminat mencari beasiswa ini. Keep an eye semua kesempatan yang bisa kamu dapatkan, tanpa terburu-buru terkejar Banyak-banyak BACA dan tanya ke institusi terkait!Tak ada tip lain yang bisa saya berikan selain be active!! Keseringan, semua informasi yang kamu butuhkan itu sudah tersedia di internet. Situs kampus di Norwegia pun sudah super lengkap menyediakan banyak informasi penting bagi para mahasiswa internasional mulai dari syarat pendaftaran, cara mendapatkan study permit, hingga masalah biaya bulanan dan housing. Baca, baca, dan baca semua tautan yang mengandung informasi tersebut!Kalaupun tak menemukan jawaban atas banyak pertanyaan, jangan ragu untuk segera menghubungi langsung kampus terkait atau para pengajar di jurusan tersebut. Alamat email semua dosen, periset serta profesor bisa ditemukan dengan sangat mudah via situs kampus. Jangan ragu untuk menghubungi mereka dan menjelaskan tentang motivasi mu masuk ke jurusan tersebut, tanpa perlu pusing-pusing memikirkan masalah tata bahasa karena orang Norwegia itu super simpel tanpa hierarki. Please upgrade your Googling skill dan berhentilah bertanya hal-hal standar ke orang awam yang sebetulnya pertanyaan tersebut sudah terjawab di situs kampus incaran mu!Dari banyak tips yang sudah saya berikan di atas, semoga bisa membantu mu mempersiapkan semua hal sebelum mendaftar kuliah ke Norwegia! Ingat, yang ingin kuliah di luar negeri itu tak hanya kamu sendiri. Banyak orang Indonesia bermimpi bisa lanjut kuliah di negeri nan dingin di Eropa Utara ini. Namun yang membedakan mimpi ini tercapai atau tidak, salah satunya adalah usaha dalam merealisasikan mimpi from now on, stop cuma bermimpi dan persiapkan semuanya dengan maksimal! Petakan kemampuan, rajin mengunjungi situs kampus pilihan, latihan membuat surat motivasi, cari beasiswa atau semakin giat menabung, hingga aktif mengecek informasi tentang biaya hidup dan kultur di Norwegia, meskipun kamu sendiri belum tahu akan diterima atau tidak. Kalau kebetulan menemukan orang yang sedang berkuliah di jurusan yang ingin kamu ambil, it might be better to ask apa saja pengalamannya belajar selama ini. Tapi tentu saja, jangan manja menanyakan semua hal karena tak semua orang juga nyaman memberikan banyak informasi secara detail. Good luck for your admission!
Pawai masyarakat di depan istana raja Norwegia pada perayaan hari konstitusi 18 Mei untuk memperingati lepasnya Norwegia dari kekuasaan Swedia Di antara para pelajar Indonesia yang berkuliah ke luar negeri, tentunya ada beberapa orang yang memiliki motivasi agar dapat melanjutkan dengan bekerja di luar negeri. Saya pribadi adalah salah satunya, dan Alhamdulillah, setelah saya menyelesaikan studi S2 pada tahun 2013 dari Ecole des Mines de Nantes Prancis, saya berhasil meneruskan perjalanan saya di Eropa dengan bekerja di sebuah perusahaan di bidang engineering di Norwegia. Berbagai pengalaman dan wawasan menarik saya dapatkan di sini karena tentunya tantangan yang dihadapi di dunia kerja berbeda dari dunia pelajar. Selain itu, Norwegia sebagai salah satu negara Skandinavia memiliki budaya yang juga sangat berbeda dengan Prancis tempat saya studi S2 dulu. Nah, mungkin ada teman-teman yang penasaran bagaimana sih, rasanya bekerja di Norwegia? Mari simak cerita saya berikut ini. Rutinitas Harian Saya tinggal di kota Oslo yang merupakan ibu kota dari Norwegia, namun lokasi kantor saya berada di kota Asker yang berjarak 25 km di sebelah barat dari Oslo. Setiap pagi saya naik bus dan kereta untuk pergi ke kantor dengan total waktu perjalanan 1 jam. Jam kantor di sini biasanya dimulai pada pukul 8 pagi sampai dengan pukul 4 sore, tetapi ada kebebasan flexi time untuk datang lebih siang atau lebih pagi dengan syarat jam kerja minimal 8 jam terpenuhi. Jadwal makan beberapa jam lebih awal, contohnya istirahat makan siang dimulai pada pukul 11 dengan durasi 30 menit,dan bahkan makan malam pun biasanya dilakukan pada pukul 5 sore. Berbeda dengan pengalaman saya bekerja di Jakarta dulu yang biasanya orang baru keluar kantor di atas jam 7 malam, kalau di Norwegia sangatlah lumrah untuk teng-go!’ alias langsung pulang pada pukul 4 sore. Salah satu alasannya terkait jadwal makan malam yang dimulai pada pukul 5 sore, danhampir tidak ada rumah tangga yang memiliki ART dan kebanyakan kedua orang tua bekerja, jadi mereka harus segera pulang ke rumah untuk menyiapkan makanan untuk anak-anaknya. Peran saya di kantor adalah sebagai seorang Business Development Engineer atau istilah lainnya Sales Engineer. Perusahaan tempat saya bekerja membuat rancangan dan desain untuk berbagai peralatan gas untuk aplikasi di kapal gas carrier maupun untuk kilang pencairan gas di darat LNG plant. Bersama tim di kantor, kami menyiapkan rancangan teknis untuk sebuah proyek dan juga membuat penawaran harga dan kontrak kerja. Saya sangat bersyukur karena bisa terlibat langsung di dapur’ perusahaan berbasis teknologi, karena saya jadi bisa mengamati langsung bagaimana proses inovasi teknologi secara riil itu berjalan. Dulu, hal tersebut pertama kali saya peroleh sebagai materi kuliah di jurusan Teknik Industri ITB. Jadi saya senang karena kini saya dapat memanfaatkan ilmu yang saya peroleh dari S2 saya di Perancis maupun dari S1 saya di Indonesia. Penjualan perusahaan kami 90% bersifat ekspor. Ya, karena tidak banyak di dunia yang menguasai teknologi cryogenic gas handling maka saya pun berkesempatan untuk berinteraksi dengan client mancanegara. Selain pemahaman teknis akan produk yang dijual, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kunci dalam menjalankan pekerjaan ini. Oleh karena itu, secara sengaja perusahaan menugaskan saya untuk mengurus prospek-prospek yang terkait dengan Asia Tenggara dan Indonesia. Tetapi, bukan berarti saya cuma dimanfaatkan karena latar belakang negara kewarganegaraan saya lho. Malahan, 80% dari waktu saya dipakai untuk bekerja dengan client yang berasal dari Eropa seperti Belanda, Jerman, Swedia, Finlandia, Prancis, dan negara-negara lainnya. Mayoritas interaksi dilakukan melalui telepon dan e-mail, tetapi cukup banyak juga perjalanan bisnis untuk bertemu langsung dengan mereka. Perjalanan lain yang saya lakukan juga terkadang untuk mengikuti konferensi atau expo. Meskipun melelahkan, menariknya saya jadi dapat mengunjungi banyak negara dan kota berbeda secara gratis! Suasana dalam kereta di pagi hari, cukup berdesakan karena banyak orang pergi menuju tempat kerja masing-masing Norwegia adalah negara yang cukup terbuka untuk pekerja asing. Terutama di bidang engineering, tidak ada kewajiban untuk menguasai bahasa Norwegia karena komunikasi di kantor selalu menggunakan bahasa Inggris. Saya pun meski sudah 2 tahun tinggal di sini masih belum lancar berbahasa Norwegia Norsk walaupun pernah mengikuti les bahasa yang diberikan di kantor. Penyebabnya lebih karena kurangnya waktu untuk praktek ketimbang karena tingkat kesulitan bahasanya. Di kehidupan sehari-hari pun orang Norwegia sudah biasa bercakap dengan bahasa Inggris dengan orang asing. Ini adalah hal yang bertolakbelakang dengan kondisi di Prancis dulu. Perbedaan lain dengan Prancis yang didominasi oleh pelajarnya, justru di Norwegia lebih banyak orang Indonesia yang datang untuk bekerja ketimbang menjadi halnya di kantor saya, saat ini saya adalah satu-satunya orang Indonesia dan banyak teman kerja yang berasal dari Iran, Portugal, Prancis, Polandia, India, Jerman, dan lainnya. Suasana di kantor sangat bervariasi karena saat ini di kantor saya terdapat sekitar 30 warga negara yang berbeda. Hal ini memberikan saya kesempatan untuk bergaul dan mengetahui kebudayaan dari berbagai bangsa selain Norwegia Ketika makan siang, topik-topik global pun meliputi percakapan kami, misalnya seperti krisis ekonomi di Yunani, saya pun jadi dapat mendengar penjelasan langsung dari teman yang orang Yunani. Yang Unik dan Asik di Norwegia Salah satu hal yang terbersit ketika mendengar nama Norwegia biasanya adalah ikan salmon. Di sini memang ikan salmon sangat banyak sampai-sampai harganya pun lebih murah dari daging ayam! Saya tinggal membeli di supermarket; apakah ingin salmon asap, filet salmon, atau salmon segar yang biasa dijadikan bahan membuat sashimi disebut “salma” di sini. Ketika ada kesempatan pulang ke Indonesia, salmon menjadi salah satu oleh-oleh andalan karena harganya yang tidak mahal dan cukup diminati keluarga di tanah air. Selain itu, olahraga ski juga identik dengan Norwegia yang berada dekat dengan kutub utara sehingga udaranya dingin dan banyak memiliki salju. Meskipun saya berasal dari negara tropis, saya menikmati olahraga ski ini dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang saya miliki saat ini. Yang betul-betul berkesan, akses ke arena ski sangat banyak dan mudah dicapai dengan kendaraan umum dengat cepat. Sehingga meskipun saya tinggal di perkotaan, cukup dengan naik bus atau kereta saya bisa mencapai trek yang ada di bukit, gunung, ataupun danau yang membeku. Saya pun tidak perlu membayar tarif tambahan untuk perjalanan ini karena sudah termasuk dalam tiket angkutan umum bulanan saya arena ski masih dalam wilayah kota Oslo. Arena untuk ski juga tersedia sangat banyak di Norwegia bahkan dengan jalan kaki dari kantor pun ada. Ski di malam hari tidak menjadi masalah karena disediakan lampu seperti lampu jalan raya di beberapa arena ski. Suasana di trek cross country ski di dalam hutan pinus Terkait pekerjaan, kondisi pegawai sangatlah diperhatikan di sini. Misalnya, meja kerja kami dilengkapi dengan 2 monitor besar agar leher dan mata tidak pegal. Setiap hari selasa, kamis dan jumat ada ahli pijat yang datang ke kantor untuk memberikan perawatan. Biaya pijat disubsidi kantor dan bahkan ada ruang pijat khusus selain gym dengan peralatan secukupnya. Bagi pegawai perempuan, terdapat hak cuti melahirkan yang panjangnya sampai 1 tahun. Bayangkan selama cuti yang lama tersebut, gaji akan tetap dibayarkan! Betapa kondisi yang diidamkan. Perlu diketahui segala fasilitas ini ada karena arahan dari pemerintah negaranya,dantentunya tidak semerta-merta gratis karena sebetulnya pajak di Norwegia sangat besar;minimal mencapai 35% dari pendapatan yang ditarik, dikelola untuk dimanfaatkan bagi kesejahtereaan warganya kembali. Proses Mendapatkan Kerja Di program saya berkuliah di Ecole des Mines de Nantes, di semester terakhir para mahasiwa diwajibkan untuk magang di perusahaan sambil mengerjakan tesis. Nah, di antara beberapa tempat yang saya incar untuk magang, akhirnya yang memberikan saya kesempatan adalah perusahaan tempat saya bekerja sekarang ini. Momen ketika magang inilah yang dulu saya manfaatkan sebaik mungkin untuk mendapatkan tawaran kerja. Meski berstatus pelajar dan magang tanpa bayaran, tetapi saya tunjukkan kerja keras dan berikan karya terbaik. Alhasil, ketika itu saya berhasil meyakinkan manajer dan direktur di perusahaan untuk memberikan saya tawaran bekerja. Tidak semuanya berjalan mulus sih, salah satu kendala yang saya alami adalah terkait visa. Untuk dapat bekerja di luar negeri, kita memerlukan visa khusus, danpada kasus saya, proses pembuatan visa kerja ini memakan waktu 6 bulan. Karena menunggu kabar visa yang sangat lama saya pun sempat cemas apakah saya akhirnya dapat bekerja di Norwegia atau tidak. Ketika itu, saya menunggu sambil mencari kerja juga di Indonesia. Hal ini pun bukanlah perkara mudah walaupun saya berbekal ijazah S2 dari Perancis. Setelah lebih dari empat bulan menganggur, yang kembali memberikan saya semangat saat itu adalah seorang kenalan yang menawarkan saya untuk membantu-bantu di perusahannya. Tidak lama kemudian saya terima kabar baik bahwa visa saya telah disetujui dan saya pun langsung cepat-cepat mempersiapkan keberangkatan ke Norwegia. Kini hari-hari saya bekerja di luar negeri tentunya penuh dengan berbagai tantangan dan pelajaran hidup yang tidak mudah. Saya berharap dengan menulis, bisa membantu membangkitkan semangat teman-teman yang sedang mempersiapkan diri atau bertanya-tanya mengenai apa sajakah manfaat dari kuliah ke luar negeri atau bagaimana sih kira-kira juntrungannya setelah lulus nanti. Tulisan ini juga saya buat sebagai wujud rasa syukur saya kepada Allah SWT yang telah memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk hidup saya. Mudah-mudahan cerita singkat ini bisa menghibur dan menambah wawasan teman-teman pembaca. Terimakasih! Pawai masyarakat di depan istana raja Norwegia pada perayaan hari konstitusi 18 Mei untuk memperingati lepasnya Norwegia dari kekuasaan Swedia Images courtesy of Syawalianto Rahmaputro
- Ketika kamu sedang ingin kuliah dan part time atau kuliah sambil kerja di luar negeri, sebetulnya ada banyak negara yang memiliki peluang besar untuk keduanya. Negara-negara ini, tak hanya menawarkan perguruan tinggi terbaik untuk melanjutkan kuliah. Namun juga menawarkan peluang kerja paruh waktu atau part time yang dari laman Instagram Schoters, ada 7 negara yang menawarkan peluang par time terbesar sambil kuliah. Mahasiswa, bisa cek daftarnya di bawah ini 1. Belanda Banyak perguruan tinggi di Belanda yang menjadi sasaran mahasiswa Indonesia untuk kuliah. Misalnya, Universitas Leiden. Namun, Belanda juga menawarkan peluang part time yang tinggi dan bisa dicoba mahasiswa. Baca juga Cara Dapat Skor TOEFL di Atas 500, Coba 10 Cara Ini Belanda memiliki rata-rata waktu kerja par time terendah di dunia yaitu 28 jam per minggu. Adapun peluang part time di Belanda sebesar Peluang part time 2020 36,94 persen Peluang part time 2021 35,99 persen 2. Jepang Ingat Jerome Polin? Pastinya tidak asing dengan Youtuber yang kuliah di Jepang. Beberapa kampus di Jepang bahkan menjadi incaran mahasiswa internasional. Mulai dari Tokyo University, Waseda University, Kyoto University dan banyak lagi kampus lainnya. Selain jejeran kampusnya yang terbaik di Asia, Jepang dikenal dengan kultur kerjanya yang disiplin. Sehingga cocok bagi kamu yang ingin menambah uang jajan sekaligus mengasah karakter disiplin. Begini peluang par time di Jepang Peluang kerja part time 2020 25,78 persen Peluang kerja part time 2021 25,62 persen 3. Switzerland Pada posisi ketiga, negara yang terkenal dengan cokelatnya ini juga menjadi pilihan mahasiswa menimba ilmu. Misalnya Jenewa University, ETH Zurich, University of Bern, dan banyak lainnya. Swiss juga menawarkan beasiswa seluruh jenjang studi yang dibuka setiap tahun. Baca juga 10 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi 2022, Bisa buat Referensi MahasiswaDi Swiss, bahkan mahasiswa yang bisa berbahasa Jerman, atau Prancis dan Italia lebih cepat mendapatkan pekerjaan part time. Berapa besar peluang part time di Swiss? Peluang part time 2020 26,67 persen Peluang part time 2021 25,27 persen 4. Jerman Negara yang dikenal akan kemajuan teknologinya ini juga tidak kalah saing dengan negara lainnya. Di Jerman, upah per jam minimum dijamin oleh pemerintah pusat, yaitu 10 hingga 12,5 euro per jam atau sekitar Rp 150-190 ribu per jam. Segini peluang part timenya Peluang part time 2020 22,52 persen Peluang part time 2021 22,18 persen 5. Austria Sedangkan negara yang bisa untuk kuliah sambil kerja ialah Austria. Negara ini memiliki satu hari spesial yang disebut Saturday Job. Disebut Saturday Job, karena banyak sekali pekerja part time yang bekerja di akhir pekan. Meski bekerja pada akhir pekan, waktu kerja yang kamu lakukan dihitung double. Negara ini juga cocok untuk mahasiswa yang membutuhkan kuliah sambil kerja. Peluang part time 2020 19,66 persen Peluang part time 2021 21,16 persen 6. Norwegia Dengan tingkat kesetaraan gender terbaik di dunia, mahasiswa dapat merasa lebih nyaman untuk berkuliah dan bekerja part time di Norwegia. Tak hanya itu partai di Norwegia peluang part time-nya tidak kalah tinggi dengan lainnya. Peluang part time 2020 19,62 persen peluang part time 2021 20,34 persen Baca juga Cek 10 Jurusan S2 Paling Dibutuhkan hingga Tahun 2026 7. New Zealand Kuliah sambil kerja di negara asing tentu tidaklah mudah. Namun di New Zealand termasuk negara yang bisa dijadikan pilihan kuliah dan part time. Perizinan part time di New Zealand tergolong mudah dan sudah diatur secara sistematis. Mulai dari gaji hingga jam kerjanya. Peluang part time 2020 19,68 persen Peluang part time 2021 19,99 persen Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
kuliah sambil kerja di norwegia